Showing posts with label Karya Ilmiah. Show all posts
Showing posts with label Karya Ilmiah. Show all posts
10/7/14
Alhamdulillah Hutang Terbayar
Dyah R Martiningrum
Ketika saya berangkat ke Jepang sekitar setahun lalu, sebenarnya masih meninggalkan hutang proceeding kegiatan international workshop IWSWI 2013. Workshop kerjasama antara RISH, Kyoto University dan LAPAN untuk ketiga kalinya. Seperti sudah pernah saya bagi sebelumnya di sini, bahwa lepas acara workshop ini masih tersisa beberapa hutang yang harus saya selesaikan salah satunya ya proceeding ini sebagai bentuk dokumentasi kegiatan yang telah berlangsung.
Alhamdulillah dengan bantuan teman2 panitia dan Bapak Ibu struktural, akhirnya dengan koordinasi jarak jauh selesai juga proceeding ini. Semoga bermanfaat untuk para peserta dan terutama untuk perkembangan dan kemajuan kegiatan penelitian cuaca antariksa khususnya di Indonesia.
5/1/14
JpGU tahun 2014
Dyah R Martiningrum
Peneliti Ionosfer dan Telekomunikasi LAPAN
Alhamdulillah tidak terasa sudah 6 bulan saya berada di Jepang. Dengan berbagai tantangan berupa perbedaan budaya belajar, budaya kerja, dan lain-lainnya sedikit demi sedikit mulai beradaptasi. Sebagai mahasiswa, menghadiri pertemuan-pertemuan ilmiah adalah salah satu cara beradaptasi di komunitas ilmiah yang tentu saja akan sangat mendukung kelangsungan studi karena di situ adalah ajang interaksi, komunikasi, dan diskusi antar mereka yang terlibat dan tertarik dalam bidang penelitian tertentu. Tanggal 28 April s.d. 2 Mei 2014, saya berkesempatan menghadiri JpGU International Symposium 2014 di Pacifico Yokohama, Kanagawa, Jepang. Acara ini disponsori oleh Japan Geoscience Union. Suatu organisasi keilmuan yang berkaitan dengan ilmu kebumian dan mempunyai tugas mempromosikan, mengenalkan, dan mengkontribusikan seluruh keilmuan kebumian untuk kerjasama internasional, menyampaikan informasi ke publik, aktivitas penelitian dan mempromosikan pertukaran informasi di antara ilmuan di Jepang.
Pada kesempatan itu saya menampilkan poster hasil awal penelitian saya tentang studi statistik ketidakteraturan di lapisan ionosfer dari data EAR (Equator Atmosphere Radar). Berbagai rasa bercampur antara senang, syukur, sedih, dan semangat. Senang dan bersyukur karena bisa mengikuti perkembangan terkini penelitian yang saya sedang lakukan dan bertemu serta mendapatkan komentar dari mereka yang sudah banyak pengalaman dan ahli dalam bidang penelitian ionosfer. Sedih karena merasa ternyata ilmu saya masih sangat sedikit sehingga perlu usaha yang sangat keras untuk minimal bisa tetap berada di jalur perkembangan bidang penelitian tersebut. Dan memang akhirnya seperti mendapatkan kembali semangat untuk terus belajar dan belajar. Karena ketika suatu studi/penelitian itu selesai dilakukan sebenarnya itu menjadi awal studi/penelitian berikutnya. Jadi punya semangat juga untuk membuat semacam catatan atau semacam ringkasan dari setiap referensi yang dibaca dan menempelkan di blog ini.
Sekilas tentang penelitian ketidakteraturan lapisan ionosfer yang disebabkan oleh ketidakstabilan plasma di lapisan ionosfer, saya membuat semacam statistik dari prosentase kejadian Field Aligned Irregularities dari data radar EAR. Hasil awalnya menunjukkan bagaimana variasi musiman dari FAI yang menjadi indikasi terjadinya equatorial plasma bubble atau biasa disebut juga dengan equatorial spread F. Labih lanjut perlu dilakukan analisis periodisitasnya untuk tau bagaimana variasi hariannya. Kenapa penelitian ini penting? Karena pemahaman yang baik tentang kejadian ESF dapat membantu kita dalam pembuatan prediksi kapan terjadinya, sehingga lebih lanjut membari manfaat sebagai semacam peringatan gangguan lapisan ionosfer.
Peneliti Ionosfer dan Telekomunikasi LAPAN
Alhamdulillah tidak terasa sudah 6 bulan saya berada di Jepang. Dengan berbagai tantangan berupa perbedaan budaya belajar, budaya kerja, dan lain-lainnya sedikit demi sedikit mulai beradaptasi. Sebagai mahasiswa, menghadiri pertemuan-pertemuan ilmiah adalah salah satu cara beradaptasi di komunitas ilmiah yang tentu saja akan sangat mendukung kelangsungan studi karena di situ adalah ajang interaksi, komunikasi, dan diskusi antar mereka yang terlibat dan tertarik dalam bidang penelitian tertentu. Tanggal 28 April s.d. 2 Mei 2014, saya berkesempatan menghadiri JpGU International Symposium 2014 di Pacifico Yokohama, Kanagawa, Jepang. Acara ini disponsori oleh Japan Geoscience Union. Suatu organisasi keilmuan yang berkaitan dengan ilmu kebumian dan mempunyai tugas mempromosikan, mengenalkan, dan mengkontribusikan seluruh keilmuan kebumian untuk kerjasama internasional, menyampaikan informasi ke publik, aktivitas penelitian dan mempromosikan pertukaran informasi di antara ilmuan di Jepang.
Pada kesempatan itu saya menampilkan poster hasil awal penelitian saya tentang studi statistik ketidakteraturan di lapisan ionosfer dari data EAR (Equator Atmosphere Radar). Berbagai rasa bercampur antara senang, syukur, sedih, dan semangat. Senang dan bersyukur karena bisa mengikuti perkembangan terkini penelitian yang saya sedang lakukan dan bertemu serta mendapatkan komentar dari mereka yang sudah banyak pengalaman dan ahli dalam bidang penelitian ionosfer. Sedih karena merasa ternyata ilmu saya masih sangat sedikit sehingga perlu usaha yang sangat keras untuk minimal bisa tetap berada di jalur perkembangan bidang penelitian tersebut. Dan memang akhirnya seperti mendapatkan kembali semangat untuk terus belajar dan belajar. Karena ketika suatu studi/penelitian itu selesai dilakukan sebenarnya itu menjadi awal studi/penelitian berikutnya. Jadi punya semangat juga untuk membuat semacam catatan atau semacam ringkasan dari setiap referensi yang dibaca dan menempelkan di blog ini.
Sekilas tentang penelitian ketidakteraturan lapisan ionosfer yang disebabkan oleh ketidakstabilan plasma di lapisan ionosfer, saya membuat semacam statistik dari prosentase kejadian Field Aligned Irregularities dari data radar EAR. Hasil awalnya menunjukkan bagaimana variasi musiman dari FAI yang menjadi indikasi terjadinya equatorial plasma bubble atau biasa disebut juga dengan equatorial spread F. Labih lanjut perlu dilakukan analisis periodisitasnya untuk tau bagaimana variasi hariannya. Kenapa penelitian ini penting? Karena pemahaman yang baik tentang kejadian ESF dapat membantu kita dalam pembuatan prediksi kapan terjadinya, sehingga lebih lanjut membari manfaat sebagai semacam peringatan gangguan lapisan ionosfer.
11/26/13
Beacon Satellite Symposium
Dyah RM
Peneliti Ionosfer dan Telekomunikasi LAPAN.
Seorang teman yang pernah ikut acara simposium URSI mengabarkan bahwa ada pengumuman untuk mengikuti simposium di Bath University, UK (Terima kasih bu Sri Ekawati). Ada waktu sekitar tiga atau dua hari untuk menyiapkan abstrak. kebetulan saya ada ide tentang hasil selama saya magang di Jepang tahun sebelumnya (2012). Saya serahkan abstrak tersebut, dan alhamdulillah dapat financial support dari panitia untuk hadir di simposium itu.
Tanggal 8-12 Juli 2013 adalah pengalaman kedua berinteraksi dengan peneliti dari Eropa. Sebagai negara maju, tentu hasil-hasil mereka sudah beberapa langkah di depan kita, terutama tentang pemodelan. Namun saya bersyukur bisa diberi kesempatan ikut acara ini. Setidaknya banyak pelajaran yang bisa dipetik, terutama tentang konsistensi dalam penelitian. Ini mungkin yang masih jadi kendala terbesar di penelitian kita. Terkadang idealisme harus berkompromi dengan tuntutan lingkungan dan kebutuhan non ilmiah.
Peneliti Ionosfer dan Telekomunikasi LAPAN.
Seorang teman yang pernah ikut acara simposium URSI mengabarkan bahwa ada pengumuman untuk mengikuti simposium di Bath University, UK (Terima kasih bu Sri Ekawati). Ada waktu sekitar tiga atau dua hari untuk menyiapkan abstrak. kebetulan saya ada ide tentang hasil selama saya magang di Jepang tahun sebelumnya (2012). Saya serahkan abstrak tersebut, dan alhamdulillah dapat financial support dari panitia untuk hadir di simposium itu.
Tanggal 8-12 Juli 2013 adalah pengalaman kedua berinteraksi dengan peneliti dari Eropa. Sebagai negara maju, tentu hasil-hasil mereka sudah beberapa langkah di depan kita, terutama tentang pemodelan. Namun saya bersyukur bisa diberi kesempatan ikut acara ini. Setidaknya banyak pelajaran yang bisa dipetik, terutama tentang konsistensi dalam penelitian. Ini mungkin yang masih jadi kendala terbesar di penelitian kita. Terkadang idealisme harus berkompromi dengan tuntutan lingkungan dan kebutuhan non ilmiah.
1/9/13
Evaluasi 2012
Dyah R Martiningrum
Peneliti Bidang Ionosfer dan Telekomunikasi
Alhamdulillah tahun 2012 berlalu, dan ternyata kiamat tidak terjadi :). Isu tentang kiamat di tahun 2012 justru berdampak positif bagi animo masyarakat tentang cuaca antariksa. Kalau selama ini kita lebih banyak mengenal cuaca di permukaan bumi karena memang punya dampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat, maka pemberitaan yang gencar tentang cuaca antariksa, badai matahari, dan fenomena lain dikaitkan dengan kiamat, secara tidak langsung lebih mengenalkan kepada masyarakat tentang fenomena cuaca antariksa tersebut. Alhamdulillah, keluarga, pribadi, dan pekerjaan banyak dimudahkan Allah. Berkaitan dengan tugas sebagai peneliti, masih ada satu tantangan yang ingin diselesaikan. Insya Allah akan segera menemukan solusinya. Berikut adalah beberapa judul tulisan yang berhasil dipublikasikan dan dalam proses publikasi di tahun 2013.
Semoga semakin menemukan jati diri dan meneruskannya di waktu yang akan datang. Hanya berharap bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian.
Peneliti Bidang Ionosfer dan Telekomunikasi
Alhamdulillah tahun 2012 berlalu, dan ternyata kiamat tidak terjadi :). Isu tentang kiamat di tahun 2012 justru berdampak positif bagi animo masyarakat tentang cuaca antariksa. Kalau selama ini kita lebih banyak mengenal cuaca di permukaan bumi karena memang punya dampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat, maka pemberitaan yang gencar tentang cuaca antariksa, badai matahari, dan fenomena lain dikaitkan dengan kiamat, secara tidak langsung lebih mengenalkan kepada masyarakat tentang fenomena cuaca antariksa tersebut. Alhamdulillah, keluarga, pribadi, dan pekerjaan banyak dimudahkan Allah. Berkaitan dengan tugas sebagai peneliti, masih ada satu tantangan yang ingin diselesaikan. Insya Allah akan segera menemukan solusinya. Berikut adalah beberapa judul tulisan yang berhasil dipublikasikan dan dalam proses publikasi di tahun 2013.
Semoga semakin menemukan jati diri dan meneruskannya di waktu yang akan datang. Hanya berharap bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian.
2/1/12
Identifikasi Sudden Ionospheric Disturbances dengan Data Radar MF
Dyah R Martiningrum
Peneliti Bidang Ionosfer dan Telekomunikasi LAPAN
Berdasarkan hasil prediksi cuaca antariksa yang diberikan oleh para ahli, maka kemungkinan puncak siklus aktivitas matahari ke 24 akan terjadi pada sekitar Mei 2013 seperti diberitakan di sini. Menanggapi hal tersebut kita tidak usah terlalu khawatir, meskipun harus tetap waspada.
Sebagai seorang peneliti lapisan ionosfer, saya dan teman-teman dulu pada tahun 2010 pernah mencoba memanfaatkan data radar MF untuk identifikasi pengaruh solar flare terhadap lapisan ionosfer. Kalau biasanya data radar MF kami manfaatkan untuk meneliti dinamika di lapisan atmosfer tengah dan atas (termasuk lapisan ionosfer), melalui pemanfaatan parameter kecepatan angin netralnya, maka saat itu kami mencoba mengolah data signal to noise rasionya untuk melihat absorpsi di lapisan D ionosfer akibat peristiwa flare. Dan posternya telah dipublikasikan saat itu dalam suatu acara Workshop on Ground Based Atmosphere Observation Network in Equatorial Asia yang diadakan LAPAN di Bandung, 2-3 Maret 2009 lalu.
Hasilnya sementara menunjukkan bahwa data SNR merespon kejadian flare berupa penurunan kuat sinyalnya, seperti dapat dilihat pada poster berikut :
Peneliti Bidang Ionosfer dan Telekomunikasi LAPAN
Berdasarkan hasil prediksi cuaca antariksa yang diberikan oleh para ahli, maka kemungkinan puncak siklus aktivitas matahari ke 24 akan terjadi pada sekitar Mei 2013 seperti diberitakan di sini. Menanggapi hal tersebut kita tidak usah terlalu khawatir, meskipun harus tetap waspada.
Sebagai seorang peneliti lapisan ionosfer, saya dan teman-teman dulu pada tahun 2010 pernah mencoba memanfaatkan data radar MF untuk identifikasi pengaruh solar flare terhadap lapisan ionosfer. Kalau biasanya data radar MF kami manfaatkan untuk meneliti dinamika di lapisan atmosfer tengah dan atas (termasuk lapisan ionosfer), melalui pemanfaatan parameter kecepatan angin netralnya, maka saat itu kami mencoba mengolah data signal to noise rasionya untuk melihat absorpsi di lapisan D ionosfer akibat peristiwa flare. Dan posternya telah dipublikasikan saat itu dalam suatu acara Workshop on Ground Based Atmosphere Observation Network in Equatorial Asia yang diadakan LAPAN di Bandung, 2-3 Maret 2009 lalu.
Hasilnya sementara menunjukkan bahwa data SNR merespon kejadian flare berupa penurunan kuat sinyalnya, seperti dapat dilihat pada poster berikut :
1/11/12
Evaluasi 2011
Dyah R Martiningrum
Peneliti Bidang Ionosfer dan Telekomunikasi, LAPAN
Sepanjang tahun 2011 rasanya saya overload dan akibatnya malah jadi tidak fokus. Mudah2an tahun ini saya 'kembali kepada keseimbangan'. Berkaitan dengan indikator kinerja tahun 2011, alhamdulillah saya telah mendapat beberapa wawasan baru dari apa yang saya tulis pada makalah2, baik yang sudah dipublikasikan maupun yang belum. Lagi belajar mendokumentasikan semuanya dalam bentuk yang lebih efisien dan praktis. Adakah yang tahu caranya?
Berikut adalah daftar judul tulisan-tulisan saya di tahun 2011 :
Variasi Angin dari Meteor Wind Radar untuk Identifikasi ketidakstabilan Lapisan
E Ionosfer, Prosiding Seminar Nasional Radar 2011, PPET-LIPI. (ISSN: 1979-2921).
Metode Classical Single Station Location (SSL) untuk Simulasi Penentuan Lokasi
Pemancar Komunikasi High Frequency (HF), Prosiding Seminar Nasional Fisika 2011, PPF-LIPI (ISSN: 2088-4176).
Ketidakstabilan Plasma di Lapisan E Ionosfer di atas Kototabang dan
Pameungpeuk, disampaikan pada Seminar Nasional Atmosfer dan Antariksa 2011, LAPAN.
Response of The Neutral Wind to Intense Geomagnetic Storms, Proceedings of The
International Symposium on The 10th Anniversary of The Equatorial Atmosphere Radar, Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer - LAPAN.
Preliminary Result of VLF Receiver Installation for Space Weather Research,
Proceedings of International Workshop on Space Weather in Indonesia, 2011,
Pusat Sains Antariksa LAPAN.
Benarkah Ionosfer Dapat Digunakan untuk Membuat Gempa Buatan?, dalam proses publikasi di Media Dirgantara LAPAN.
Sudden Ionospheric Disturbances (SIDs), Buletin KOMRAD Vol.4/No.1, edisi Januari-Maret 2012. (ISSN : 2086-1958).
Mudah2an bermanfaat.
Peneliti Bidang Ionosfer dan Telekomunikasi, LAPAN
Sepanjang tahun 2011 rasanya saya overload dan akibatnya malah jadi tidak fokus. Mudah2an tahun ini saya 'kembali kepada keseimbangan'. Berkaitan dengan indikator kinerja tahun 2011, alhamdulillah saya telah mendapat beberapa wawasan baru dari apa yang saya tulis pada makalah2, baik yang sudah dipublikasikan maupun yang belum. Lagi belajar mendokumentasikan semuanya dalam bentuk yang lebih efisien dan praktis. Adakah yang tahu caranya?
Berikut adalah daftar judul tulisan-tulisan saya di tahun 2011 :
Variasi Angin dari Meteor Wind Radar untuk Identifikasi ketidakstabilan Lapisan
E Ionosfer, Prosiding Seminar Nasional Radar 2011, PPET-LIPI. (ISSN: 1979-2921).
Metode Classical Single Station Location (SSL) untuk Simulasi Penentuan Lokasi
Pemancar Komunikasi High Frequency (HF), Prosiding Seminar Nasional Fisika 2011, PPF-LIPI (ISSN: 2088-4176).
Ketidakstabilan Plasma di Lapisan E Ionosfer di atas Kototabang dan
Pameungpeuk, disampaikan pada Seminar Nasional Atmosfer dan Antariksa 2011, LAPAN.
Response of The Neutral Wind to Intense Geomagnetic Storms, Proceedings of The
International Symposium on The 10th Anniversary of The Equatorial Atmosphere Radar, Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer - LAPAN.
Preliminary Result of VLF Receiver Installation for Space Weather Research,
Proceedings of International Workshop on Space Weather in Indonesia, 2011,
Pusat Sains Antariksa LAPAN.
Benarkah Ionosfer Dapat Digunakan untuk Membuat Gempa Buatan?, dalam proses publikasi di Media Dirgantara LAPAN.
Sudden Ionospheric Disturbances (SIDs), Buletin KOMRAD Vol.4/No.1, edisi Januari-Maret 2012. (ISSN : 2086-1958).
Mudah2an bermanfaat.
9/20/11
Poster Jelang Akhir Tahun
Seperti tahun-tahun yang lalu, tahun ini ada 2 acara seminar international yang diadakan LAPAN. Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer mengadakan seminarnya di BPPT, sedang Pusat Sains Antariksa diadakan di auditorium kantor LAPAN Bandung di Dr. Junjunan No. 133 Bandung.
Alhamdulillah saya diberi kesempatan berkontribusi pada kedua acara tersebut, dan berikut adalah 2 buah poster yang akan saya ikutsertakan dalam acara tersebut:
Mudah mudahan ada manfaatnya.
Alhamdulillah saya diberi kesempatan berkontribusi pada kedua acara tersebut, dan berikut adalah 2 buah poster yang akan saya ikutsertakan dalam acara tersebut:
Mudah mudahan ada manfaatnya.
2/16/11
Evaluasi 2010
Walaupun agak terlambat, seperti biasa saya akan simpan hasil kegiatan saya secara formal sebagai peneliti (tentu berupa tulisan) sepanjang 2010. Ada sedikit peningkatan walaupun hanya bertambah satu makalah. Mudah2an di tahun ini akan lebih baik lagi. Tujuannya semata hanya untuk arsip, kalau sewaktu2 diperlukan tinggal mencarinya disini, disamping media back-up lainnya. Beberapa judul tulisan tersebut ada yang sudah dipublikasikan dan ada yang belum, antara lain berikut ini :
1. Validasi Model foF2 GIM-MSILRI pada Saat Aktivitas Matahari Minimum
Tahun 2009 Menggunakan Data Ionosonde Tanjungsari, Prosiding Seminar
Nasional Matematika 2010, FMIPA UI.
2. Penelitian Dinamika Atmosfer Dan Ionosfer Menggunakan Radar MF (Medium Frequency), Prosiding Seminar Radar Nasional 2010, LIPI-AAU.
3. Monitoring Angin Termosfer-Mesosfer Near Real Time, hasil program
penelitian 2010 , belum dipublikasikan.
4. Pengaruh Gerhana Matahari Terhadap Lapisan E Ionosfer, Prosiding
Seminar Nasional Sains Antariksa V, 2010.
5. Ionosphere Variability Over Biak and Kototabang During January 2005 Solar Storm Event, Seminar International Space Weather 2010, belum terbit.
6. Regional Ionospheric Research for Support the Space Weather Information Services, Seminar International Space Weather 2010, belum terbit.
1. Validasi Model foF2 GIM-MSILRI pada Saat Aktivitas Matahari Minimum
Tahun 2009 Menggunakan Data Ionosonde Tanjungsari, Prosiding Seminar
Nasional Matematika 2010, FMIPA UI.
2. Penelitian Dinamika Atmosfer Dan Ionosfer Menggunakan Radar MF (Medium Frequency), Prosiding Seminar Radar Nasional 2010, LIPI-AAU.
3. Monitoring Angin Termosfer-Mesosfer Near Real Time, hasil program
penelitian 2010 , belum dipublikasikan.
4. Pengaruh Gerhana Matahari Terhadap Lapisan E Ionosfer, Prosiding
Seminar Nasional Sains Antariksa V, 2010.
5. Ionosphere Variability Over Biak and Kototabang During January 2005 Solar Storm Event, Seminar International Space Weather 2010, belum terbit.
6. Regional Ionospheric Research for Support the Space Weather Information Services, Seminar International Space Weather 2010, belum terbit.
11/11/10
Seminar Ketiga Tahun Ini
5/1/10
Seminar Kedua Tahun 2010

Pengamatan dengan penginderaan jauh atau remote sensing bermanfaat untuk melengkapi berbagai peralatan pengukuran insitu yang ada. Radio Detection and Ranging (Radar) adalah salah satu alat dengan sistem remote sensing untuk mengamati obyek tertentu baik di darat, laut, maupun udara bahkan di bawah permukaan (ground penetrate). PPET-LIPI bekerjasama dengan ITB, Universitas Delft Belanda, dan Akademi Angkatan Udara menyelenggarakan seminar tentang Radar tanggal 28 April 2010 dan workshop tanggal 29 April 2010.
Sebagai peneliti yang sudah sejak lama memanfaatkan radar untuk 'soft target' yaitu untuk mengamati dinamika lapisan atmosfer dengan MF, HF, dan VHF Radar, tentu sangat tertarik untuk mengikuti acara itu. Acara itu sebenarnya masih perkaitan dengan suksesnya riset LIPI yang berhasil membuat radar maritim yang dinamakan ISRA (Indonesian Sea Radar).
Hari pertama diawali oleh presentasi dari LIPI, RISTEK, dan User, yang dalam hal ini disampaikan oleh Departemen Perhubungan (Dirjen...). Kalau hari pertama lebih banyak membicarakan kebijakan, pada hari kedua workshop banyak membahas tentang radar sendiri. Prof. Lighart, ahli radar dari Delft University memberikan presentasi tentang Prinsip2 Dasar Radar. Kemudian disusul oleh Pemeliharaan Radar (AU), Jammer/Pengacak Sinyal (LIPI), dan terakhir sebagai primadonanya tentu saja dipresentasikan tentang ISRA, si radar pengawas pantai. Overall menarik, walaupun keistiqomahan peserta untuk mengikuti acara sampai selesai sangat mengecewakan. Sebagai kontribusi dalam acara ini saya menyajikan poster yang berisi apa yang sudah dilakukan selama ini dengan MF Radar untuk penelitian dinamika atmosfer dan ionosfer.
2/11/10
Seminar Pertama 2010
Di tengah kesibukan menyusun berbagai rencana kerja tahun 2010, alhamdulillah diberi kesempatan mengikuti seminar matematika di UI, 6 Februari kemarin. Walaupun belakangan forum seminar dipandang sebelah mata karena dianggap sebagai cara untuk mendapatkan angka kredit dengan cara yang mudah tapi alhamdulillah seminar terakhir kemarin membuat banyak pencerahan, terutama untuk meyakinkan bahwa pandangan tersebut harus dikoreksi. Dari seminar kemarin beberapa hal telah mengalami perbaikan antara lain, prosiding tidak langsung jadi pada hari H seminar diadakan dan ada waktu tambahan bagi panitia untuk menyeleksi makalah2 yang sudah dipresentasikan sehingga kemungkinan ada yang tidak masuk dalam prosiding. Dua hal itu seharusnya menjadikan konten makalah yang ada dalam prosiding menjadi lebih baik, mudah2an. Btw, berikut adalah abstrak makalah yang aku buat :
ABSTRAK
Validasi model foF2 GIM-MSILRI telah dilakukan menggunakan data ionosonda Tanjungsari selama siklus matahari minimum tahun 2009 dengan cara membandingkan grafik foF2 model dan pengamatan, analisis korelasi dan analisis kesalahan model dari pengamatan. Koefisien korelasi foF2 kedua data setiap hari dihitung kemudian dirata-ratakan setiap bulan mulai bulan Januari – Oktober 2009. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai koefisen korelasinya hampir mendekati 1 untuk data foF2 harian dengan nilai koefisien korelasi tertinggi adalah sebesar 0,9972 dan koefisien korelasi terendah adalah sebesar 0,8052. Demikian juga simpangan model dalam satu hari selama satu bulan dirata-ratakan. Simpangan tertinggi adalah 1,7564 MHz dan simpangan terendah adalah 0,2991 MHz. Simpangan model pada jam tertentu selama satu bulan juga dirata-ratakan sehingga didapatkan rata-rata simpangan terbesar terjadi pada jam 01.00 dini hari bulan April (1,6693 MHz), dan rata-rata simpangan terkecil terjadi pada jam 07.00 bulan Juni (0,3307 MHz) . Penjelasan dan analisis fisis kenapa model memiliki kemiripan dan perbedaan dikaitkan dengan proses ionisasi , transport dan rekombinasi lapisan F2 di Nmaks dan proses – proses tersebut di seluruh lapisan yaitu D, E, dan F1 juga akan diberikan. Variasi bulanan simpangan antara model juga dikaitkan dengan proses-proses tersebut dalam kaitannya dengan posisi garis edar matahari pada bulan tertentu.
ABSTRAK
Validasi model foF2 GIM-MSILRI telah dilakukan menggunakan data ionosonda Tanjungsari selama siklus matahari minimum tahun 2009 dengan cara membandingkan grafik foF2 model dan pengamatan, analisis korelasi dan analisis kesalahan model dari pengamatan. Koefisien korelasi foF2 kedua data setiap hari dihitung kemudian dirata-ratakan setiap bulan mulai bulan Januari – Oktober 2009. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai koefisen korelasinya hampir mendekati 1 untuk data foF2 harian dengan nilai koefisien korelasi tertinggi adalah sebesar 0,9972 dan koefisien korelasi terendah adalah sebesar 0,8052. Demikian juga simpangan model dalam satu hari selama satu bulan dirata-ratakan. Simpangan tertinggi adalah 1,7564 MHz dan simpangan terendah adalah 0,2991 MHz. Simpangan model pada jam tertentu selama satu bulan juga dirata-ratakan sehingga didapatkan rata-rata simpangan terbesar terjadi pada jam 01.00 dini hari bulan April (1,6693 MHz), dan rata-rata simpangan terkecil terjadi pada jam 07.00 bulan Juni (0,3307 MHz) . Penjelasan dan analisis fisis kenapa model memiliki kemiripan dan perbedaan dikaitkan dengan proses ionisasi , transport dan rekombinasi lapisan F2 di Nmaks dan proses – proses tersebut di seluruh lapisan yaitu D, E, dan F1 juga akan diberikan. Variasi bulanan simpangan antara model juga dikaitkan dengan proses-proses tersebut dalam kaitannya dengan posisi garis edar matahari pada bulan tertentu.
1/5/10
Evaluasi
Salah satu kemampuan yang dituntut dari seorang peneliti adalah mampu menuliskan hasil olah pikir dan kreativitasnya dalam bentuk tulisan ilmiah baik itu dalam forum ilmiah maupun media lain, misalnya majalah atau koran. Yang terakhir ini membutuhkan kemampuan mengolah informasi ilmiah dalam bahasa yang lebih populer, sehingga dipahami oleh masyarakat umum.
Berikut adalah salah satu usaha mendokumentasikan apa yang sudah saya lakukan sepanjang tahun 2009. Terima kasih kepada semua teman yang ikut terlibat langsung maupun tak langsung dalan seluruh kegiatan penelitian tahun ini. Jazakumullah.
Tahun 2009, alhamdulillah dapat dihasilkan 5 tulisan ilmiah yang telah disampaikan dalam forum seminar dan buku ilmiah LAPAN dengan judul-juduknya adalah sbb :
1. Analisis Data Pengamatan Frekuensi Kritis Lapisan F2(foF2) Ionosfer untuk Validasi Model Ionosfer Near Real Time Indonesia, Prosiding Seminar Matematika Unika Parahyangan, ISSN : 1907-3909.
2. Pemanfaatan Data Ionosonde dan MF Radar untuk Pedoman Operasional Komunikasi Near Vertical Incidence Skywave (NVIS), Prosiding Seminar Matematika Unika Parahyangan, ISSN : 1907-3909.
3. Frekuensi Kritis Lapisan F2 (foF2) Ionosfer antara Keluaran Model Ionosfer Near Real Time Indonesia dan Model IRI-2007, Buku Ilmiah Pusfatsainsa LAPAN.
4. Variasi fmin Lapisan Ionosfer di Atas Sumedang pada Saat Terjadi Petir di Ciater, Buku Ilmiah Pusfatsainsa LAPAN.
5. Fenomena Cuaca Antariksa, Buku Pusfatsainsa, Penerbit PuspaSwara.
Mudah-mudahan tahun 2010 akan lebih baik lagi baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Amiin.
Berikut adalah salah satu usaha mendokumentasikan apa yang sudah saya lakukan sepanjang tahun 2009. Terima kasih kepada semua teman yang ikut terlibat langsung maupun tak langsung dalan seluruh kegiatan penelitian tahun ini. Jazakumullah.
Tahun 2009, alhamdulillah dapat dihasilkan 5 tulisan ilmiah yang telah disampaikan dalam forum seminar dan buku ilmiah LAPAN dengan judul-juduknya adalah sbb :
1. Analisis Data Pengamatan Frekuensi Kritis Lapisan F2(foF2) Ionosfer untuk Validasi Model Ionosfer Near Real Time Indonesia, Prosiding Seminar Matematika Unika Parahyangan, ISSN : 1907-3909.
2. Pemanfaatan Data Ionosonde dan MF Radar untuk Pedoman Operasional Komunikasi Near Vertical Incidence Skywave (NVIS), Prosiding Seminar Matematika Unika Parahyangan, ISSN : 1907-3909.
3. Frekuensi Kritis Lapisan F2 (foF2) Ionosfer antara Keluaran Model Ionosfer Near Real Time Indonesia dan Model IRI-2007, Buku Ilmiah Pusfatsainsa LAPAN.
4. Variasi fmin Lapisan Ionosfer di Atas Sumedang pada Saat Terjadi Petir di Ciater, Buku Ilmiah Pusfatsainsa LAPAN.
5. Fenomena Cuaca Antariksa, Buku Pusfatsainsa, Penerbit PuspaSwara.
Mudah-mudahan tahun 2010 akan lebih baik lagi baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Amiin.
11/12/09
Buku kami

Buku ini disusun oleh beberapa staf peneliti Pusat Pemanfaatan Sain Antariksa untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar isu kiamat tahun 2012. Isinya insya Allah cukup memberi gambaran apa sih yang mungkin terjadi tahun 2012 dan bagaimana LAPAN mempersiapkan segala sesuatunya sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai tugas antara lain melakukan kajian tentang fenomena cuaca antariksa dan dampaknya terhadap lingkungan antariksa dan bumi.
Sementara tidak untuk dperjualbelikan. Dicetak dalam jumlah terbatas.
Subscribe to:
Posts (Atom)







